Biologi adalah
ilmu alam yang mempelajari
kehidupan dan
organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan,
evolusi, persebaran, dan
taksonominya.
[1] Ilmu biologi modern sangat luas dan
eklektik, serta terdiri dari berbagai macam cabang dan subdisiplin. Namun, meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi biasanya mengakui
sel sebagai satuan dasar kehidupan,
gen sebagai satuan dasar
pewarisan, dan
evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya
spesies baru. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi dan mengubah
energi serta dengan
meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil dan vital.
Istilah
biologi berasal dari kata dalam
bahasa Yunani βίος,
bios, yang berarti "
kehidupan", dan akhiran
-λογία,
-logia, yang artinya "ilmu."
[3][4] Bentuk Latin dari kata tersebut (
biologi) pertama kali digunakan oleh
Linnaeus (Carl von Linné) dalam karyanya yang berjudul
Bibliotheca botanica pada tahun 1736. Kata tersebut dipakai lagi pada tahun 1766 oleh
Michael Christoph Hanov dalam tulisannya yang berjudul
Philosophiae naturalis sive physicae: tomus III, continens geologian, biologian, phytologian generalis. Terjemahan
bahasa Jermannya, yaitu
Biologie, pertama kali muncul dalam terjemahan karya Linnaeus pada tahun 1771. Pada tahun 1797, Theodor Georg August Roose menggunakan istilah tersebut dalam pendahulu bukunya yang bertajuk
Grundzüge der Lehre van der Lebenskraft.
Karl Friedrich Burdach pada tahun 1800 memakai istilah ini dalam arti yang lebih sempit, yaitu penelitian manusia dari sudut pandang morfologis, fisiologis, dan psikologis (
Propädeutik zum Studien der gesammten Heilkunst). Istilah
biologi dalam pengertian modern baru muncul dalam buku
Biologie, oder Philosophie der lebenden Natur (1802–22) yang ditulis oleh
Gottfried Reinhold Treviranus. Di dalam buku tersebut tertulis:
[5]
| “ | Objek penelitian kami adalah berbagai macam bentuk dan perwujudan kehidupan, keadaan dan hukum yang mengatur fenomena tersebut, serta penyebabnya. Ilmu yang terkait dengan objek tersebut kami sebut biologi [Biologie] atau doktrin kehidupan [Lebenslehre]. | ” |

Aristoteles, salah satu tokoh yang paling berjasa dalam mengembangkan ilmu biologi.
Walaupun biologi modern merupakan perkembangan yang relatif baru, ilmu yang terkait sudah dipelajari dari masa lampau.
Filsafat alam dapat ditemui di peradaban
Mesopotamia,
Mesir,
India, dan
Cina. Namun, asal usul dan pendekatan biologi modern berasal dari masa
Yunani Kuno.
[6] Walaupun penelitian
kedokteran dapat ditilik ke masa
Hippocrates (ca. 460 SM – ca. 370 SM),
Aristoteles (384 SM – 322 SM) adalah tokoh yang paling berjasa dalam mengembangkan biologi. Salah satu karya terpentingnya adalah
Historia Animalium dan beberapa karya lain yang menunjukkan cara pandang seorang peneliti alam, serta karya-karya empirisnya yang mencoba mempelajari sebab-akibat biologis dan keanekaragaman hayati. Penerus Aristoteles di
Lyceum, yaitu
Theophrastus, menulis buku-buku tentang
botani yang berpengaruh hingga ke
Abad Pertengahan.
Ilmuwan Islam abad pertengahan yang mempelajari biologi meliputi
al-Jahiz (781–869),
Ad-Dinawari (828–896), yang menulis tentang botani,
[7] dan
ar-Razi(865–925), yang menulis tentang
anatomi dan
fisiologi.
Kedokteran dipelajari berdasarkan tradisi filsuf Yunani, sementara ilmu alam sangat dipengaruhi oleh pemikiran Aristoteles, terutama perihal hierarki kehidupan.
Kemajuan
mikroskop juga sangat memengaruhi pemikiran tentang biologi. Pada awal abad ke-19, sejumlah ahli biologi mulai menyadari pentingnya konsep
sel. Kemudian, pada tahun 1838,
Schleiden dan
Schwann mulai menganjurkan gagasan (yang kini diterima secara luas) bahwa (1) satuan dasar organisme adalah sel dan (2) masing-masing sel memiliki karakteristik
kehidupan, walaupun mereka menentang gagasan bahwa (3) semua sel berasal dari pembagian sel lain. Akan tetapi, berkat karya
Robert Remak dan
Rudolf Virchow, pada tahun 1860-an sebagian besar ahli biologi menerima ketiga hal tersebut yang kini disebut
teori sel.
[9]
Pemikiran evolusioner dapat ditilik kembali ke karya
Jean-Baptiste Lamarck.
[12] Ia menyatakan bahwa evolusi merupakan hasil dari tekanan lingkungan terhadap properti suatu hewan, yang berarti semakin sering suatu organ digunakan, semakin kompleks dan efisien organ itu, sehingga membuat hewan teradaptasi dengan lingkungan. Lamarck juga meyakini bahwa sifat yang didapat ini dapat diturunkan ke generasi berikutnya, yang akan terus mengembangkan dan menyempurnakannya.
[13] Namun, hipotesis ini kini ditolak, dan baru pada akhir abad ke-19
Charles Darwin berhasil merumuskan teori
evolusi berdasarkan
seleksi alam dengan menggabungkan pendekatan biogeografis
Humboldt, geologi
Lyell, tulisan
Malthus tentang pertumbuhan populasi, dan keahlian morfologis serta pengamatannya sendiri di alam; penalaran dan bukti yang mirip juga membuat
Alfred Russel Wallace mencapai kesimpulan yang sama.
[14] Meskipun banyak ditentang oleh agamawan, teori Darwin diterima oleh komunitas ilmiah dan segera menjadi
aksioma dasar dalam ilmu biologi.
Menurut teori sel,
sel merupakan satuan dasar
kehidupan, dan semua kehidupan terdiri dari satu atau lebih atau produk sel yang
disekresikan (seperti tempurung). Semua sel
terbelah dari sel lain. Pada akhirnya, setiap sel di tubuh
organisme multiseluler berasal dari satu sel di dalam
sel telur yang terfertilisasi. Sel juga dianggap sebagai satuan dasar dalam proses patologis,
[16] dan fenomena
aliran energi terjadi di sel sebagai bagian dari proses
metabolisme. Selain itu, sel mengandung satuan pewarisan (ADN) yang diwariskan dari satu sel ke sel lain selama proses pembelahan sel.

Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Evolusi
Salah satu konsep penting dalam biologi adalah konsep bahwa kehidupan berubah melalui mekanisme evolusi, dan bahwa semua organisme punya
nenek moyang bersama. Berdasarka nteori evolusi, semua organisme di
Bumi, baik yang masih hidup maupun yang sudah punah, berasal daru satu nenek moyang atau
lungkang gen bersama. Nenek moyang bersama terakhir diyakini muncul sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.
[17] Ahli biologi biasanya memandang keseragaman
kode genetik sebagai bukti yang mendukung teori nenek moyang bersama semua
bakteri,
archaea, dan
eukariot.
[18]

Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Genetika
Gen adalah satuan pewarisan utama semua organisme. Gen merupakan bagian dari
ADN yang memengaruhi bentuk atau fungsi organisme. Semua organisme, dari bakteri hingga hewan, memiliki mekanisme yang men
translasi ADN menjadi
protein. Sel men
transkripsi ADN menjadi
asam ribonukleat (ARN), dan
ribosom kemudian mentranslasi ARN menjadi protein, sebuah rangkaian
asam amino.
Kode translasi semua organisme pada dasarnya sama. Misalnya, rangkaian ADN yang menyandikan
insulin dalam tubuh manusia juga menyandikan insulin ketika dimasukkan ke organisme lain seperti tumbuhan.
[27]
ADN biasanya berbentuk
kromosom linear dalam
eukariota, dan kromosom lingkaran dalam
priokariota. Kromosom adalah struktur yang terdiri dari ADN dan
histon. Rangkaian kromosom dalam sel dan satuan pewarisan lain yang dapat ditemui dalam
mitokondria,
kloroplas, dan tempat lain secara kolektif disebut
genom. Dalam eukariota, ADN genomik terletak di
nukleus sel, bersama dengan sejumlah
mitokondria dan
kloroplas. Dalam prokariota, ADN ada di dalam
sitoplasma yang disebut
nukleoid.
[28] Informasi genetik dalam sebuah genom disimpan dalam gen, dan himpunan informasi tersebut dalam suatu organisme disebut
genotip.
[29]
Untuk menjaga keseimbangan dinamika dan melakukan fungsi tertentu secara efektif, suatu sistem harus melacak dan menanggapi gangguan. Setelah melacak gangguan, sistem biologis biasanya menanggapi melalui proses
umpan balik negatif. Artinya, sistem tersebut menstabilkan keadaan dengan mengurangi atau meningkatkan aktivitas suatu organ atau sistem. Contohnya adalah pelepasan
glukagon ketika kadar gula dalam tubuh terlalu rendah.

Skema yang menggambarkan pemrosesan energi dalam tubuh manusia.
Keberlangsungan suatu organisme bergantung pada masukan
energi secara terus menerus. Reaksi kimia yang membentuk struktur dan fungsi tertentu dapat mengambil energi dari suatu substansi yang menjadi makanannya untuk membantu membentuk dan mempertahankan sel baru. Dalam proses ini,
molekul bahan kimia yang menjadi makanan memainkan dua peran; pertama, makanan tersebut mengandung energi yang dapat diubah untuk mendukung reaksi kimia biologis; kedua, makanan tersebut mengembangkan struktur molekuler baru.
Organisme yang berperan dalam menghantarkan energi ke suatu ekosistem disebut
autotrof. Hampir semua organisme autotrof memperoleh energi dari matahari.
[32] Tumbuhan dan
fototrof lainnya menggunakan energi matahari melalui proses
fotosintesis yang mengubah bahan baku menjadi molekul organik, seperti
ATP, yang dapat dipecahkan ikatannya untuk menghasilkan energi.
[33] Namun, beberapa
ekosistem hanya bergantung pada
kemotrof yang mendapatkan energi dari
metana,
sulfida, atau sumber energi non-matahari lainnya.
[34]
Beberapa energi yang diperoleh digunakan untuk menghasilkan
biomassa yang dapat mempertahankan
kehidupan dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Kebanyakan sisa energi hanya menjadi panas dan molekul buangan. Proses penting yang mengubah energi yang terperangkap dalam substansi kimia menjadi energi yang berguna untuk kehidupan disebut
metabolisme[35] dan
respirasi sel.
[36]

Skema
sel hewan yang menggambarkan berbagai
organel dan struktur.
Biologi molekuler mempelajari biologi dalam tingkatan
molekul.
[37] Bidang ini bersentuhan dengan bidang biologi lainnya, terutama
genetika dan
biokimia. Biologi molekuler mencoba memahami interaksi antara berbagai sistem sel, termasuk hubungan antar ADN, ARN, dan sintesis protein. Selain itu, bidang ini juga membelajari bagaimana interaksi tersebut diatur.
Biologi sel adalah ilmu yang terkait dengan properti struktural dan
fisiologis sel, termasuk perilaku, interaksi, dan lingkungan. Hal ini dilakukan dalam tingkatan mikroskopik dan molekuler untuk mempelajari organisme bersel satu seperti
bakteri serta sel dalam organisme multiseluler seperti
manusia. Pemahaman akan fungsi dan struktur sel berperan penting dalam ilmu biologi. Kemiripan dan pebedaan antara berbagai jenis sel juga sangat terkait dengan bidang biologi molekuler.
Anatomi mempelajari struktur makroskopik seperti organ dan sistem organ,
[38] sementara
genetika merupakan ilmu
gen,
pewarisan, dan variasi dalam
organisme.
[39][40] Gen menyandikan informasi yang penting untuk mensintesiskan protein, yang kemudian membentuk
fenotip organisme. Dalam penelitian modern, genetika juga menyelidiki fungsi gen tertentu dan menganalisis
interaksi genetik. Di dalam tubuh organisme, informasi genetik biasanya ada di dalam
kromosom, di dalam struktur kimia molekul ADN tertentu.
Biologi perkembangan mempelajari proses pertumbuhan dan perkembangan organisme. Bidang ini berasal dari
embriologi dan menyelidiki kuasa genetik atas
pertumbuhan sel,
diferensiasi sel, dan
morfogenesis, yang merupakan proses yang menghasilkan jaringan, organ, dan anatomi. Organisme yang biasanya menjadi
model dalam bidang ini meliputi cacing
Caenorhabditis elegans,[41] lalat buah
Drosophila melanogaster,[42] ikan zebra
Danio rerio,[43] tikus
Mus musculus,
[44] dan tumbuhan
Arabidopsis thaliana.
[45][46] Organisme-organisme tersebut dipelajari untuk memahami fenomena biologi tertentu, dengan harapan penemuan pada organisme tersebut dapat menambah pengetahuan tentang cara kerja organisme lain.
[47]

Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Fisiologi
Fisiologi menyelidiki proses mekanik, fisik, dan biokimia organisme hidup dengan mencoba memahami bagaimana semua struktur bekerja secara keseluruhan. Gagasan “dari struktur ke fungsi” merupakan gagasan yang penting dalam bidang biologi. Penelitian fisiologis secara tradisional terbagi menjadi
fisiologi tumbuhan dan
hewan, namun beberapa prinsip fisiologi berlaku untuk semua
organisme. Misalnya, fisiologi sel
ragi mungkin juga berlaku untuk sel manusia. Bidang fisiologi hewan menggunakan alat dan metode dalam
fisiologi manusia untuk spesies non-manusia. Fisiologi tumbuhan meminjam teknik dari kedua bidang tersebut.
Penelitian evolusioner terkait dengan asal usul dan nenek moyang
spesies, dan juga perubahannya seiring berjalannya waktu. Bidang ini juga meliputi ilmuwan dari berbagai bidang yang terkait dengan taksonomi. Contohnya adalah ilmuwan yang berspesialisasi dalam organisme tertentu seperti
mamalogi,
ornitologi,
botani, dan
herpetologi. Organisme-organisme tersebut digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan evolusi yang umum.
Pohon filogenetik semua kehidupan berdasarkan data
gen rRNA, yang menunjukkan perpisahan antara tiga domain
bakteri,
arkea, dan
eukariota seperti yang dideskripsikan oleh
Carl Woese. Pohon yang dibentuk berdasarkan gen lain juga sangat mirip, meskipun mungkin penempatan percabangan berbeda-beda akibat evolusi rRNA yang cepat. Hubungan pasti antara ketiga domain tersebut masih diperdebatkan.
Peristiwa
spesiasi menghasilkan hubungan antar spesies yang dapat distrukturisasi seperti pohon.
Sistematika mempelajari hubungan tersebut dan perbedaan dan kemiripan antara spesies dan sekelompok spesies.
[51] Namun, sistematika sudah menjadi bidang penelitian yang aktif jauh sebelum pemikiran evolusi menyebar luas.
[52]
Di luar kategori ini terdapat sejumlah
parasit intraseluler yang ada “di tepi kehidupan",
[55] yang berarti banyak ilmuwan yang tidak mengklasifikasikan struktur tersebut sebagai kehidupan karena ketiadaan satu atau lebih fungsi atau ciri kehidupan (contohnya ketiadaan aktivitas
metabolisme). Struktur tersebut diklasifikasikan sebagai
virus,
viroid,
prion, atau
satelit.
Nama ilmiah organisme berasal dari genus dan spesiesnya. Misalnya, nama ilmiah spesies manusia adalah
Homo sapiens.
Homo adalah genusnya dan
sapiens adalah spesiesnya. Ketika menulis nama ilmiah suatu organisme, huruf pertama harus ditulis dengan menggunakan huruf besar, dan selebihnya dalam huruf kecil. Selain itu, nama ilmiah dapat dimiringkan atau digarisbawahi.
[56][57]
Sebuah usulan yang disebut
BioCode diterbitkan pada tahun 1997 dengan maksud untuk menstandardisasi tata nama di tiga bidang tersebut, namun usulan ini masih belum diterapkan.
[62] BioCode tidak banyak diperhatikan semenjak tahun 1997; rencana penerapannya pada tahun 1 Januari 2000 tidak banyak disadari. Revisi BioCode yang tidak mengganti kode yang ada dan hanya menyediakan konteks pemersatu diusulkan pada tahun 2011.
[63][64][65] Namun,
International Botanical Congress pada tahun 2011 menolak mempertimbangkan usulan BioCode.
ICVCN berada di luar ranah BioCode karena BioCode tidak meliputi klasifikasi virus.
Ekologi mempelajari persebaran dan berlimpahnya kehidupan, serta interaksi antara organisme dengan lingkungannya.
[66] Habitat suatu organisme dapat dideskripsikan sebagai
faktor abiotik lokal seperti
iklim, di samping keberadaan organisme dan
faktor biotik lainnya.
[67] Sistem biologis cukup sulit dipelajari karena ada sangat banyak interaksi yang mungkin terjadi antara organisme dengan lingkungan, bahkan dalam skala kecil.
Bakteri di dalam gradien gula memberikan tanggapan terhadap lingkungan sama seperti seekor singa yang sedang mencari makanan di
sabana Afrika. Spesies apapun juga dapat menunjukkan berbagai macam
perilaku, seperti
kerjasama,
agresi,
parasitisme, atau
mutualisme. Masalah menjadi semakin rumit ketika dua atau lebih spesies berinteraksi dalam suatu
ekosistem.
Sistem ekologi dipelajari dalam beberapa tingkatan yang berbeda, dari individu hingga
populasi,
ekosistem, dan
biosfer. Istilah
biologi populasisering digunakan bergantian dengan
ekologi populasi, meskipun istilah
biologi populasi lebih sering digunakan ketika mempelajari
penyakit,
virus, dan
mikroba, sementara ekologi populasi lebih sering dipakai ketika mempelajari tumbuhan dan hewan. Ekologi juga mengacu pada berbagai subdisiplin yang ada.
Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang
sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Berikut adalah cabang-cabang utama biologi:
[70][71]
- Aerobiologi – mempelajari partikel organik di utara
- Agrikultur – mempelajari proses produksi hasil panen, dan lebih menekankan pada penerapannya
- Anatomi – mempelajari bentuk dan fungsi tumbuhan, hewan, dan organisme lain (terutama manusia)
- Arachnologi – mempelajari arachnida
- Astrobiologi – mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta—juga disebut eksobiologi, eksopaleontologi, dan bioastronomi
- Biofisika – mempelajari proses biologis dalam kerangka fisika, dengan menerapkan teori dan metode yang secara tradisional digunakan dalam ilmu fisika
- Biogeografi – mempelajari persebaran spesies dalam konteks keruangan dan waktu
- Bioinformatika – penggunaan teknologi informasi untuk meneliti, mengumpulkan, dan menyimpan data genomik atau data biologis lainnya
- Biokimia – mempelajari reaksi kimia yang diperlukan kehidupan agar tetap berfungsi, biasanya pada tingkatan seluler
- Biologi bangunan – meneliti lingkungan hidup di dalam ruangan
- Biologi evolusioner – mempelajari asal usul dan nenek moyang spesies
- Biologi integratif – mempelajari semua organisme
- Biologi kelautan (atau oseanografi biologis) – mempelajari ekosistem , tumbuhan, hewan, dan kehidupan samudra lainnya
- Biologi konservasi – mempelajari pelestarian, perlindungan, dan pemulihan lingkungan alam, ekosistem alam, vegetasi, dan margasatwa
- Biologi lingkungan – mempelajari dunia alam secara keseluruhan atau dalam wilayah tertentu, terutama dampak manusia terhadapnya
- Biologi molekuler – mempelajari biologi dan fungsi biologi dalam tingkatan molekuler, bertumpang tindih dengan biokimia
- Biologi populasi – mempelajari sekelompok organisme, termasuk
- Biologi perkembangan – mempelajari proses pembentukan organisme dari zigot
- Biologi sel – meneliti sel sebagai satuan yang utuh, dan interaksi molekuler dan kimia yang terjadi di dalam sel
- Biologi struktural – cabang biologi molekuler, biokimia, dan biofisika yang terkait dengan struktur molekuler makromolekul biologis
- Biologi sintetis – mengintegrasi biologi dengan teknik; membuat fungsi biologis yang tidak ada di alam
- Biomatematika (atau biologi matematis) – penelitian proses biologis secara kuantitatif atau matematis, dan lebih menekankan pada permodelan
- Biomekanika – penelitian mekanika kehidupan yang lebih menekankan pada penerapan melalui prostetik atau ortotik. Bidang ini sering dianggap sebagai cabang kedokteran
- Biomusikologi – mempelajari musik dari sudut pandang biologis
- Bioteknologi – cabang biologi yang baru dan kadang-kadang kontroversial yang mempelajari manipulasi materi hidup, termasuk modifikasi genetik dan biologi sintetik
- Botani – mempelajari tumbuhan
- Ekologi – mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya
- Embriologi – mempelajari perkembangan embrio (dari pembuahan hingga kelahiran)
- Entomologi – mempelajari serangga
- Epidemiologi – komponen penting dalam penelitian kesehatan, mempelajari faktor yang memengaruhi kesehatan suatu populasi
- Epigenetik – mempelajari perubahan ekspresi gen atau fenotip seluler yang diakibatkan oleh mekanisme selain perubahan rangkaian ADN
- Etologi – mempelajari perilaku hewan
- Farmakologi – mempelajari persiapan, penggunaan, dan pengaruh obat-obatan
- Fisiologi – mempelajari cara kerja organisme hidup serta organ-organnya
- Fitopatologi – mempelajari penyakit pada tumbuhan (juga disebut patologi tumbuhan)
- Genetika – mempelajari gen dan pewarisan
- Hematologi – mempelajari darah dan organ pembentuk darah
- Herpetologi – mempelajari reptil dan amfibi
- Histologi – mempelajari sel dan jaringan, cabang mikroskopik anatomi
- Iktiologi – mempelajari ikan
- Kriobiologi – mempelajari pengaruh suhu yang rendah terhadap kehidupan
- Limnologi – mempelajari perairan di daratan
- Mamalogi – mempelajari mamalia
- Mikrologi – meneliti organisme mikroskopik (mikroorganisme) dan interaksinya dengan kehidupan lainnya
- Mikologi – mempelajari fungi
- Neurobiologi – mempelajari sistem saraf, termasuk anatomi, fisiologi, dan patologinya
- Onkologi – mempelajari proses kanker
- Ornitologi – mempelajari burung
- Paleontologi – mempelajari fosil dan bukti geografis kehidupan prasejarah
- Patobiologi atau patologi – meneliti penyakit, seperti penyebab, proses, ciri, dan perkembangannya
- Parasitologi – mempelajari parasit dan parasitisme
- Penelitian biomedis – meneliti tubuh manusia yang sehat dan sakit
- Psikobiologi – mempelajari dasar psikologi secara biologis
- Sosiobiologi – mempelajari dasar sosiologi secara biologis
- Teknik biologis – mempelajari biologi dari sudut pandang teknik dan lebih menekankan pada pengetahuan terapan. Bidang ini terkait dengan bioteknologi
- Virologi – mempelajari virus dan agen yang seperti virus
- Zoologi – mempelajari hewan, termasuk klasifikasi, fisiologi, perkembangan, dan perilaku (cabang meliputi entomologi, etologi, herpetologi, iktiologi, mamalogi, dan ornitologi)
- ^ Berdasarkan definisi dari Aquarena Wetlands Project glossary of terms.
- ^ Life Science, Weber State Museum of Natural Science
- ^ "Who coined the term biology?". Info.com. Diakses 2012-06-03.
- ^ "biology". Online Etymology Dictionary.
- ^ Richards, Robert J. (2002). The Romantic Conception of Life: Science and Philosophy in the Age of Goethe. University of Chicago Press. ISBN 0-226-71210-9.
- ^ Magner, A History of the Life Sciences
- ^ Fahd, Toufic. "Botany and agriculture". hlm. 815., inMorelon, Régis; Rashed, Roshdi (1996). Encyclopedia of the History of Arabic Science 3. Routledge. ISBN 0-415-12410-7
- ^ Magner, A History of the Life Sciences, pp 133–144
- ^ Sapp, Genesis, chapter 7; Coleman, Biology in the Nineteenth Century, bab 2
- ^ Mayr, The Growth of Biological Thought, chapter 4
- ^ Mayr, The Growth of Biological Thought, bab 7
- ^ Gould (2002), hal. 187.
- ^ Lamarck (1914)
- ^ Mayr, The Growth of Biological Thought, chapter 10: "Darwin's evidence for evolution and common descent"; and chapter 11: "The causation of evolution: natural selection"; Larson, Evolution, chapter 3
- ^ Noble, Ivan (2003-04-14). "BBC NEWS | Science/Nature | Human genome finally complete". BBC News. Diakses 2006-07-22.
- ^ Mazzarello, P (1999). "A unifying concept: the history of cell theory". Nature Cell Biology 1 (1): E13–E15.doi:10.1038/8964. PMID 10559875.
- ^ De Duve, Christian (2002). Life Evolving: Molecules, Mind, and Meaning. New York: Oxford University Press. hlm. 44.ISBN 0-19-515605-6.
- ^ Futuyma, DJ (2005). Evolution. Sinauer Associates.ISBN 978-0-87893-187-3. OCLC 57311264 57638368 62621622.
- ^ Packard, Alpheus Spring (1901). Lamarck, the founder of Evolution: his life and work with translations of his writings on organic evolution. New York: Longmans, Green. ISBN 0-405-12562-3.
- ^ The Complete Works of Darwin Online – Biography.darwin-online.org.uk. Retrieved on 2006-12-15
Dobzhansky 1973
- ^ As Darwinian scholar Joseph Carroll of the University of Missouri–St. Louis puts it in his introduction to a modern reprint of Darwin's work: "The Origin of Species has special claims on our attention. It is one of the two or three most significant works of all time—one of those works that fundamentally and permanently alter our vision of the world ... It is argued with a singularly rigorous consistency but it is also eloquent, imaginatively evocative, and rhetorically compelling." Carroll, Joseph, ed. (2003). On the origin of species by means of natural selection. Peterborough, Ontario: Broadview. hlm. 15. ISBN 1-55111-337-6.
- ^ Shermer hal. 149.
- ^ Darwin, Charles (1859). On the Origin of Species, 1st, John Murray
- ^ Simpson, George Gaylord (1967). The Meaning of Evolution (ed. Second). Yale University Press. ISBN 0-300-00952-6.
- ^ Phylogeny on bio-medicine.org
- ^ Aitken, M. J. (1990). Science-based Dating in Archaeology. London: Longman. hlm. 56-58. ISBN 0-582-49309-9.
- ^ From SemBiosys, A New Kind Of Insulin INSIDE WALL STREET By Gene G. Marcial(13 Agustus 2007)
- ^ Thanbichler M, Wang S, Shapiro L (2005). "The bacterial nucleoid: a highly organized and dynamic structure". J Cell Biochem 96 (3): 506–21. doi:10.1002/jcb.20519.PMID 15988757.
- ^ Genotype definition – Medical Dictionary definitions
- ^ Raven, PH; Johnson, GB. Biology, Fifth Edition, Boston: Hill Companies, Inc. 1999. page 1058.
- ^ Kelvin Rodolfo, Explanation of Homeostasis on scientificamerican.com. Diakses 16 Oktober 2009.
- ^ D.A. Bryant & N.-U. Frigaard (November 2006). "Prokaryotic photosynthesis and phototrophy illuminated".Trends Microbiol 14 (11): 488–96.doi:10.1016/j.tim.2006.09.001. PMID 16997562.
- ^ Smith, A. L. (1997). Oxford dictionary of biochemistry and molecular biology. Oxford [Oxfordshire]: Oxford University Press. hlm. 508. ISBN 0-19-854768-4. "Photosynthesis – the synthesis by organisms of organic chemical compounds, esp. carbohydrates, from carbon dioxide using energy obtained from light rather than the oxidation of chemical compounds."
- ^ Katrina Edwards. Microbiology of a Sediment Pond and the Underlying Young, Cold, Hydrologically Active Ridge Flank. Woods Hole Oceanographic Institution.
- ^ Campbell, Neil A. and Reece Jane B (2001). "6". Biology. Benjamin Cummings. ISBN 978-0-8053-6624-2.OCLC 47521441 48195194 53439122 55707478 64759228 79136407.
- ^ Bartsch/Colvard, The Living Environment. (2009) New York State Prentice Hall Regents Review. Diakses 16 Oktober 2009.
- ^ Molecular Biology – Definisi dari biology-online.org
- ^ "Anatomy of the Human Body". Edisi ke-20. 1918. Henry Gray.
- ^ Anthony J. F. Griffiths ... (2000). "Genetics and the Organism: Introduction". In Griffiths, William M.; Miller, Jeffrey H.; Suzuki, David T.; Lewontin, Richard C.; Gelbart.An Introduction to Genetic Analysis (ed. 7th). New York: W. H. Freeman. ISBN 0-7167-3520-2.
- ^ Hartl D, Jones E (2005)
- ^ Brenner, S. (May 1974). "The Genetics of CAENORHABDITIS ELEGANS" (PDF). Genetics 77 (1): 71–94. PMC 1213120. PMID 4366476.
- ^ James H. Sang (2001-06-23). "Drosophila melanogaster: The Fruit Fly". In Eric C. R. Reeve. Encyclopedia of genetics. USA: Fitzroy Dearborn Publishers, I. hlm. 157.ISBN 978-1-884964-34-3. Diakses 2009-07-01.
- ^ Haffter P, Nüsslein-Volhard C (1996). "Large scale genetics in a small vertebrate, the zebrafish". Int. J. Dev. Biol. 40 (1): 221–7. PMID 8735932.
- ^ Keller G (2005). "Embryonic stem cell differentiation: emergence of a new era in biology and medicine". Genes Dev. 19 (10): 1129–55. doi:10.1101/gad.1303605.PMID 15905405.
- ^ Rensink WA, Buell CR (2004). "Arabidopsis to Rice. Applying Knowledge from a Weed to Enhance Our Understanding of a Crop Species". Plant Physiol. 135 (2): 622–9. doi:10.1104/pp.104.040170. PMC 514098.PMID 15208410.
- ^ Coelho SM, Peters AF, Charrier B, et al (2007). "Complex life cycles of multicellular eukaryotes: new approaches based on the use of model organisms". Gene 406 (1–2): 152–70. doi:10.1016/j.gene.2007.07.025.PMID 17870254.
- ^ Fields S, Johnston M (Mar 2005). "Cell biology. Whither model organism research?". Science 307 (5717): 1885–6. doi:10.1126/science.1108872. PMID 15790833.
- ^ Jablonski D (1999). "The future of the fossil record".Science 284 (5423): 2114–16.doi:10.1126/science.284.5423.2114. PMID 10381868.
- ^ John H. Gillespie Population Genetics: A Concise Guide, Johns Hopkins Press, 1998. ISBN 0-8018-5755-4.
- ^ Vassiliki Betta Smocovitis Unifiying Biology: the evolutionary synthesis and evolutionary biology ISBN 0-691-03343-9.
- ^ Neill, Campbell (1996). Biology; Fourth edition. The Benjamin/Cummings Publishing Company. hlm. G-21 (Glossary). ISBN 0-8053-1940-9.
- ^ Douglas, Futuyma (1998). Evolutionary Biology; Third edition. Sinauer Associates. hlm. 88. ISBN 0-87893-189-9.
- ^ Margulis, L; Schwartz, KV (1997). Five Kingdoms: An Illustrated Guide to the Phyla of Life on Earth (ed. 3rd). WH Freeman & Co. ISBN 978-0-7167-3183-2.OCLC 223623098 237138975.
- ^ a b Woese C, Kandler O, Wheelis M (1990). "Towards a natural system of organisms: proposal for the domains Archaea, Bacteria, and Eucarya". Proc Natl Acad Sci USA87 (12): 4576–9. Bibcode:1990PNAS...87.4576W.doi:10.1073/pnas.87.12.4576. PMC 54159.PMID 2112744.
- ^ Rybicki EP (1990). "The classification of organisms at the edge of life, or problems with virus systematics". S Aft J Sci86: 182–186.
- ^ Heather Silyn-Roberts (2000). Writing for Science and Engineering: Papers, Presentation. Oxford: Butterworth-Heinemann. hlm. 198. ISBN 0-7506-4636-5.
- ^ "Recommendation 60F". International Code of Botanical Nomenclature, Vienna Code. 2006. hlm. 60F.1.
- ^ ICTV Virus Taxonomy 2009
- ^ "80.001 Popsiviroidae – ICTVdB Index of Viruses."(Website.) U.S. National Institutes of Health website. Retrieved on 2009-10-28.
- ^ "90. Prions – ICTVdB Index of Viruses." (Website.) U.S. National Institutes of Health website. Retrieved on 2009-10-28.
- ^ "81. Satellites – ICTVdB Index of Viruses." (Website.) U.S. National Institutes of Health website. Retrieved on 2009-10-28.
- ^ John McNeill (1996-11-04). "The BioCode: Integrated biological nomenclature for the 21st century?". Proceedings of a Mini-Symposium on Biological Nomenclature in the 21st Century.
- ^ "The Draft BioCode (2011)". International Committee on Bionomenclature (ICB).
- ^ [1] Greuter, W.; Garrity, G.; Hawksworth, D.L.; Jahn, R.; Kirk, P.M.; Knapp, S.; McNeill, J.; Michel, E.; Patterson, D.J.; Pyle, R.; Tindall, B.J. (2011). Draft BioCode (2011): Principles and rules regulating the naming of organisms.Taxon. 60: 201-212.
- ^ [2] and [3] Hawksworth, D.L. (2011). Introducing the Draft BioCode (2011). Taxon. 60(1): 199–200.
- ^ Begon, M.; Townsend, C. R., Harper, J. L. (2006). Ecology: From individuals to ecosystems. (4th ed.). Blackwell.ISBN 1-4051-1117-8.
- ^ Habitats of the world. New York: Marshall Cavendish. 2004. hlm. 238. ISBN 978-0-7614-7523-1.
- ^ Black, J (Jun 2002). "Darwin in the world of emotions"(Free full text). Journal of the Royal Society of Medicine 95(6): 311–3. doi:10.1258/jrsm.95.6.311. ISSN 0141-0768. PMC 1279921. PMID 12042386.
- ^ Wiley, 1981
- ^ Branches of Biology di biology-online.org
- ^ Biology di bellaonline.com
- Alberts, Bruce; Johnson, A, Lewis, J, Raff, M, Roberts, K & Walter, P (2002). Molecular Biology of the Cell (ed. 4th). Garland. ISBN 978-0-8153-3218-3. OCLC 145080076 48122761 57023651 69932405.
- Begon, Michael; Townsend, CR & Harper, JL (2005). Ecology: From Individuals to Ecosystems (ed. 4th). Blackwell Publishing Limited. ISBN 978-1-4051-1117-1. OCLC 57639896 57675855 62131207.
- Campbell, Neil (2004). Biology (ed. 7th). Benjamin-Cummings Publishing Company. ISBN 0-8053-7146-X. OCLC 71890442.
- Colinvaux, Paul (1979). Why Big Fierce Animals are Rare: An Ecologist's Perspective (ed. reissue). Princeton University Press. ISBN 0-691-02364-6. OCLC 10081738 24132192.
- Hoagland, Mahlon (2001). The Way Life Works (ed. reprint). Jones and Bartlett Publishers inc. ISBN 0-7637-1688-X. OCLC 223090105 45487537.
- Janovy, John Jr. (2004). On Becoming a Biologist (ed. 2nd). Bison Books. ISBN 0-8032-7620-6. OCLC 55138571 56964280.
- Johnson, George B. (2005). Biology, Visualizing Life. Holt, Rinehart, and Winston. ISBN 0-03-016723-X. OCLC 36306648.
- Tobin, Allan; Dusheck, Jennie (2005). Asking About Life (ed. 3rd). Belmont, CA: Wadsworth. ISBN 0-534-40653-X.